Keinginan di Tahun 2019 dan Tahun-tahun yang Akan Datang.

 2018 mulai memasuki penghujung tahun. Senang sekaligus sedih karena banyak hal tidak tercapai di tahun ini. Tapi, bukan berarti tidak ada hal yang patut disyukuri.

Salah satu hal yang wajib aku syukuri adalah blog ini sudah berusia empat bulan. Mulai dari aku yang gaptek dan benar-benar nol soal blogging, sekarang sudah sedikit memahami. 

Hal yang aku inginkan di tahun depan adalah blog ini memiliki banyak pengunjung. Dan yang pasti harus semangat mengisi blog minimal sehari satu artikel. 
Dari satu sampai lima ... hal yang kuinginkan adalah uang uang uang uang dan uang. Bukan tanpa alasan aku menginginkan hal itu. Mendapatkan uang dari pekerjaan tetap, menulis buku, blogging, bisnis, adalah hal yang menjadi keinginanku sejak dulu.

Aku sangat percaya bahwa uang adalah segala. Uang adalah benda mati, jadi manusialah yang seharusnya mengendalikan uang. Bukan malah sebaliknya. 

Dengan memilliki banyak uang, secara otomatis aku juga akan bisa melakukan banyak hal. Membantu orangtua, saudara, tetangga, anak-anak yatim piatu yang membutuhkan, dan bukan mustahil bisa membuat perpustakaan desa seperti yang aku impikan. 

Aku tahu semua hal yang aku inginkan tidak akan terjadi tanpa adanya usaha. Namun aku juga percaya bahwa menuliskan impianku di blog ini adalah awal dari membangun mimpi-mimpiku.

Usia manusia tidaklah panjang. Memikirkan diri sendiri tanpa peduli dengan sekitar sangalah merugikan diri sendiri. Mulailah dari lingkungan yang kecil. Keluarga, saudara juga tetangga yang membutuhkan. 

Well, baik buruknya seseorang tak dilihat dari latar belakang pendidikan, keluarga dan juga pekerjaan. Bijak atau tidaknya seseorang tidak bisa dilihat dari kata-katanya. 

Orang yang baik, orang yang bijak, adalah orang yang sadar bahwa dirinya manusia. Orang yang senantiasa membaktikan dirinya bagi orang banyak. Orang yang tahu bahwa apa yang dimilikinya tidak serta merta menjadi miliknya sendiri. Serta orang yang berlaku baik dan menghormati meskipun itu adalah musuhnya sendiri.

Singapura, 2018.


0 Comments