The Way Love


"Akhirnya sampai juga. Gak tersesat, kan?" Alesa menyambut hangat di depan pintu. Seharian dia menunggu sahabatnya dengan cemas. "Kalau naik taxi gak tersesat. Kecuali sopit taxinya modus!" Dua sahabat itu berpelukan dengan erat. Sama-sama gemas dan tak menyangka sudah sangat lama mereka tak bertatap mata.

"Suamimu mana? Kok nunggu di depan sendirian?" tanya Nawang celingkukan mencari sosok pangeran bagi sahabatnya itu.

"Ada ... lagi nina boboin anak-anak."

Alesa dan Nawang masuk ke dalam rumah yang besarnya yak seberapa. Perabotan dan bentuknya pun biasa. Seperti perumahan pada umumnya yang memang ditujukan untuk kelas menengah.

"Duduk dulu. Aku mau ngasih tahu Mas Budi kalau kamu sudah sampai."

Nawang merentangkan kaki dan tangannya. Capek. Ia menghembuskan napas namun empuknya sofa tiba-tiba membuat matanya terpejam perlahan. 

****

Aaaa!! Nawang berteriak ketika membuka matanya ada sosok manusia aneh sedang mengamatinya. Pria itu hanya tertawa melihat ekspresi Nawang yang kaget dan beberala cindera mata yang ia peroleh saat tidur masih menempel erat di sudut mata dan bibir. 

Nawang mencari-cari Alesa di setiap sudut rumahnya. Bahkan kolong meja, kolong tempat tidur tidak luput dari pencariannya. "Aku tidak menyangka kita ketemu di sini. Mungkin ini yang namanya jodoh." Lukas berkelakar. Senang sekaligus geli dengan tingkah Nawang. "Les, kamu di mana sih?" Nawang bertanya gemas karena keanehan baru saja terjadi di hidupnya. Ia tak berhenti mengomel melalui sambungan telepon, tapi Alesa dan suaminya justru tertawa. Tentu saja tertawanya agak ditahan agar Nawang tak mendengar. 

"Maaf deh ... kamu tidurnya pulas banget, sih. Aku gak tega bangunin. Kamu tolong jagain rumahku ya, pria yang ada di rumah itu Lukas. Temannya mas Budi. Keysa masih di sekolah. Jam 2 pulang. Nanti tolong jemput dan urus Key selama aku di Bandung. Tiba-tiba ada urusan mendadak. Bye Hunni ...."

Sial! Kenapa jadi gini sih? Nawang mengomel dalam hati. Bukankah Alesa yang memintanya untuk main ke rumahnya? Jauh-jauh dari Sydney, meninggalkan pekerjaannya dan sejumlah hal penting lainnya, ee sekarang ia malah ditelantarkan. Belum lagi haruse bersama pria itu. Orang yang dari kemarin mengusik dirinya waktu di dalam kereta dan sekarang dia harus tinggal serumah di rumah yang sempit ini? A L E S A! Apa sih yang ada di otak kamu???

0 Comments