3 Kata Yang Sering Dilupakan di Indonesia

 Bekerja di luar negeri membuatku belajar banyak yang tak aku dapatkan ketika di Indonesia. Selain karena tak diajarkan oleh orangtua, pun karena lingkungan yang memang tidak memasyarakatkan 3 kata yang sering dilupakan di Indonesia. Meskipun dulu pernah bekerja di bidang jasa yaitu restoran dan hotel yang mengharuskan bersikap ramah kepada pelanggan, namun tetap saja masih dirasa kurang karena saat bersama teman atau kerabat kata itu sering terlupakan.



1. Maaf

Sewaktu pertama kali hendak ke Singapura, guru-guruku selalu berpesan. " Ketika bosmu marah, minta maaflah. Entah kamu melakukan kesalahan atau tidak, minta maaflah. Minta maaf tak akan menjadikanmu seseorang yang bersalah akan tetapi bisa meredamkan amarah."

Setelah belajar mempraktekkan kata "maaf" aku benar-benar merasakan manfaatnya. Menjadi pribadi yang lebih bisa mengontrol emosi, mengalah dan yang pasti banyak situasi buruk sekalipun bisa diredam dengan kata maaf.

Kata maaf tak hanya diucapkan kepada atasan saja. Namun terhadap teman, saudara, orangtua, pasangan bahkan anak sekalipun. Meminta maaf tak akan menjadikan seseorang itu bersalah. Namun, meminta maaf adalah sebuah kerendahatian agar sebuah hubungan tetap berjalan dengan baik. Bisa dibayangkan jika sepasang kekasih atau orangtua dan anak sama-sama berkeras hati hingga tak ada yang mau minta maaf terlebih dahulu?

2. Terima Kasih

Pernah mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas segala karunia dan rejeki yang didapat, kan? Kalau mengucapkan terima kasih terhadap teman, saudara, pasangan, orangtua, anak bahkan burung-burung yang sering bertengger di pohon samping rumah yang selalu bernyanyi dengan merdu ketika pagi hari? Kalau belum, ini saatnya berterima kasih kepada mereka. Ucapkan terima kasih sesering mungkin meskipun sedang tak diberi kado atau oleh-oleh.

Mengucapkan terima kasih terhadap orang-orang sekitar maupun benda-benda kesayangan, secara tidak langsung akan menimbulkan rasa syukur atas apa yang dimiliki. Selain itu, orang-orang yang mendengar kita mengucapkan terima kasih akan merasa dihargai, dibutuhkan dan merasa beruntung serta bahagia.

3. Tolong

Yang terakhir adalah kata "Tolong". Mungkin pernah ada seseorang (entah teman atau saudara) yang meminta tolong kita untuk melakukan sesuatu namun tanpa ada kata "Tolong". Gimana perasaannya? Tentu tidak enak, kan? Misal "Ambilin itu dong. Buku di sampingmu." Atau "Buangin sampahku ya. Kan sekalian." Rasanya pasti gimana gitu ... mau minta tolong tapi terkesan menyuruh. Selain itu, minta tolong kok gak ada kata " Tolong"?

Disadari atau tidak, 3 kata tersebut adalah hal yang sangat penting namun sering dilupakan di Indonesia. Meskipun terhadap teman atau bahkan keluarga sekalipun, harusnya tak melupakan kata " Maaf, tolong dan terima kasih." Misal, "Maaf mengganggu, Kak. Tolong antar aku ke perpustakaan, ya." Setelah selesai kemudian mengucapkan terima kasih. Orang yang dimintai tolong pun akan dengan lapang hati memberi bantuan.

Kapan harus belajar membiasakan diri memakai kata " Tolong, maaf dan terima kasih?

Banyak hal di dunia ini yang tak diajarkan di rumah pendidikan formal. Seperti tata krama dan sopan santun, misalnya. Lalu kapan dan dengan siapa harus belajar? Jawabannya adalah sedini mungkin dan keluarga. 

Peran orangtua sangat penting dan diperlukan untuk membangun karakter anak. Biasanya, seorang anak akan meniru apapun yang ada di lingkungannya terutama keluarga. Jadi, ketika ada seorang anak yang nakal ketika di lingkungan sekolah, barangkali di linkungan keluarga ada sesuatu yang salah hingga menyebabkan si anak menjadi nakal.

Anak adalah peniru ulung. Biasanya, apa yang dilakukan dan bagaimana sikap serta sifatnya tak jauh dari orangtua. Selain karena faktor genetik, juga karena melihat, mendengar suatu kebiasaan sehingga tanpa disadari si anak akan meniru. Itu sebabnya lahirlah pepatah "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya." 

Lalu bagaimana jika dari kecil lingkungan tak mengajarkan 3 kata tu (Contoh: Aku)? Tentu saja belajar setelah mengetahui betapa pentingnya 3 kata yang sering dilupakan di Indonesia. Belajar itu tak mengenal waktu, tempat dan usia. Dan kunci yang paling penting adalah jangan pernah malu belajar meskipun untuk sesuatu yang kecil. Karena, hal-hal besar dimulai dari sesuatu yang kecil.

Comments

  1. 3 kata sakti yg makin ke sini makin jarang terdengar y mb
    Apalagi di kota besar
    Kalau di kampung sih masih banyakk
    Justru d luar negeri dah jd budaya
    MasyaAllah

    ReplyDelete
  2. Iya bun. Pengalama dulu kerja di kota besar memang jarang yang pakai kata itu. Di kampungku (yg memang masih di pelosok) masih jarang anak2 yang yang diajari hal seperti di atas. Maklum, orangtua mereka pun memang tidak mengenyam pendidikan. Ditambah lingkungan yang tidak mendukung.

    ReplyDelete
  3. 3 kata ini padahal termasuk pelajaran akhlak, ya mbak.
    semoga guru-guru dan kurikulum jaman sekarang nggak lupa mengajarkan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Betul mbak Dita. Pendidikan di negara kita sejauh ini hanya mengedepankan nilai akademis saja. Padahal, pelajaran yang paling berharga adalah akhlak.

      Delete
  4. Tiga kata yang sudah wajib diajarkan sedari muda memang. Biar terbiasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Cha. Enggak terlambat juga bagi yg sudah tua kayak aku untuk belajar­čść

      Delete
  5. Aduuuh sama banget ini yang saya selalu pikirin!!! Ucapan sebagai tindakan sederhana dan yang sayangnya sudah mulai kurang disadari maknanya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts