Es Cendol Singapura

maitratara.blogspot.com

Beberapa waktu lalu sempat terjadi kegemparan oleh netizen dua negara hanya karena CNN menuliskan bahwa Es Cendol Singapura termasuk diantara salah satu dari 50 dessert terenak di dunia. Lalu, siapa pemilik cendol yang asli? Indonesia, Singapura atau Malaysia?

Es Cendol Indonesia

Sejauh yang saya tahu es cendol di Indonesia sangat bervariasi. Mulai dari yang original (Cendol, gula merah dan santan) hingga yang diberi topping (Tape ketan, roti, nangka, alpukat atau durian).

Jenis cendol dan warnanya pun beragam. Ada yang terbuat dari tepung pati, tepung beras, ada juga yang ketan. Warnanya sendiri pun ada yang merah, hijau, putih bahkan coklat. Sedang untuk ukuran, di Indonesia rata-rata cendolnya panjang dan yang sering dijumpai berasal dari pati kanji.

Untuk rasanya sendiri, di Indonesia cukup sulit menemukan cendol yang enak. Banyak sekali penjual yang menggunakan pemanis buatan serta santannya sendiri pun tidak kental. Selain itu, di jaman sekarang ini hanya sedikit yang masih konsisten menjual minuman tradisional tersebut. Kebanyakan, mereka menjual aneka minuman kekinian.

Semakin menghilanya cendol dari perederan, tentu karena masyarakatnya sendiri yang lebih menyukai minuman kekinian dibanding kekunoan. Itu sebabnya tak lagi banyak yang menjual cendol karena antusias masyarakat yang semakin berkurang.

Penjualan cendol di Indonesia sebagian besar menggunakan gerobak yang nongkrong di pinggir jalan atau keliling. Sangat jarang cendol yang kekunoan bisa masuk ke tempat nongkrong anak muda dan tempat-tempat ber-AC. Dan yang menyukainya minuman tersebut pun hanya kalangan tertentu.

maitratara.blogspot.com


Es Cendol Singapura

Es cendol Singapura sebenarnya tak jauh berbeda dengan cendol yang di Indonesia. Hanya saja, cendol yang ada di Singapura memakai cendol yang terbuat dari tepung beras. Selain itu, setelah mencoba di beberapa tempat cendol di Singapura rasanya konsisten. Perpaduan antara gula merah, santan serta kacang merah manis yang selalu menjadi topping wajib memiliki cita rasa khas dan bikin lidah ketagihan. Tak lupa aroma dan rasa daun pandannya yang menambah selera.

Masyarakat Singapura sendiri pun sangat menjaga kelestarian makanan peninggalan nenek moyang mereka. Hal itu dibuktikan dari tak pernah pudarnya keinginan masyarakat akan cendol. Kita bisa menemui cendol tak hanya di kopi tiam namun juga tempat yang mewah sekalipun. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, mereka semua menyukai cendol serta makanan tradisional lainnya. Meskipun Singapura adalah negara maju, mereka tetap melestarikan makanan kekunoan dan tak tergoda begitu saja dengan makanan kekinian dan meninggalkan warisan leluhur.

Lalu, cendol sebenarnya milik negara mana? Tentu saja milik semua orang yang melestarikan dan mencintai cendol! Tak peduli dari negara manapun, ia yang mencinta serta membumikan, ialah pemiliknya.

*Malaysia saya skip karena belum pernah nyoba. Hehehe

Comments

  1. Cendol Malaysia juga enak. yang pernah saya coba, justru rasanya lebih seger dan lebih nggak manis kalau dibanding cendol di Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng ya mbak apapun yang berbau tradisional. Kalau di Indonesia jarang yang pakai gula asli, biasanya dicampur pemanis.

      Delete
  2. Saya suka sedih aja sih, banyak dari kita yg suka menyepelekan warisan leluhur dan memilih kekinian, giliran apa2 yg di klaim negara tetangga baru ribut.
    Sebagai penerus bangsa, mari kita tidak latah dg kekinian *haishhh sok bijak sih saya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ­čśébenar mbak. Kita sering malu untuk melestarikan warisan leluhur. Sebagai contoh; batik dan kebaya.

      Beberapa tahu lalu (waktu aku masih umur belasan­čśémerasa tua) ketika aku pakai batik ataupun kebaya, pasti dinyinyirin. Katanya kuno dan tidak modis.

      Untunglah jaman sekarang batik dan kebaya diangkat lagi. Dan makin hari makin modis.

      Yang masih memprihatinkan adalah dunia makanan dan minuman yg makin hari makin hilang ditelan jaman.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts