Lakukan 3 Hal Ini Agar Rumahmu Kembali Rapi dan Nyaman

Rumah yang rapi dan nyaman adalah dambaan semua keluarga terutama kaum ibu. Senang rasanya jika melihat semua perabot dan furniture tertata rapi dan pada tempatnya. Namun, dikarenakan banyak sebab tak jarang banyak rumah yang seperti kapal pecah. Banyak barang di sana sini dan ketika sampai di rumah setelah lelah bekerja, bukannya rileks tapi makin stress melihat kedaan rumah. Berikut hal yang bisa dilakukan agar rumah tak lagi seperti kapal pecah dan menjadi tempat beristirahat yang nyaman.
Lakukan 3 ini agar rumah kembali rapi dan nyaman.
1. Buang, jual atau berikan barang-barang tak terpakai pada orang lain. 

Mari mulai dari bagian dapur terlebih dahulu. Buang atau berikan ke orang yang membutuhkan perabotan yang tak lagi kita butuhkan. Kebiasaan para ibu adalah selalu membeli barang-barang yang dianggap lucu, berguna, padahal tidak terlalu penting. Sehingga, di dalam lemari terdapat banyak panci, teflon, wajan yang ditumpuk-tumpuk padahal yang dipakai itu-itu saja. Cukup simpan yang benar-benar dipakai agar almari dapur memiliki banyak space untuk perabot lain. 

Kemudian, buang atau jual botol-botol plastik, toples-toples plastik, pakaian di lemari yang tak lagi terpakai, sepatu, sandal, majalah, buku dan juga tas. Pokoknya, jangan pernah menyimpan barang-barang yang tak lagi terpakai. Berdasarkan pengalaman pribadi, kerap kali menemui ibu-ibu yang sayang membuang barang padahal jelas-jelas barang itu tidak terpakai dan kelihatan sudah tua. Padahal, rumah dengan barang-barang minimalis lebih mudah dibersihkan daripada rumah yang dipenuhi perabot maupun furniture.

2. Berhenti membeli barang-barang baru.

Sekali lagi, kaum hawa adalah penggila shopping. Tak peduli apakah barang yang dibeli akan terpakai atau tidak, yang penting hasrat belanja sudah terpuaskan. Daripada buang-buang uang untuk sesuatu yang tidak urgent, lebih baik uangnya ditabung.
Lakukan 3 hal ini agar rumah kembali rapi dan nyaman.


3. Ajarkan pada setiap anggota keluarga untuk merapikan barang masing-masing. 

Biasakan rapi dari diri sendiri dulu kemudian tularkan kepada anggota keluarga yang lain. Ajarkan pada anak-anak untuk membereskan sendiri mainannya setelah selesai dipakai. Merapikan tempat tidur, mencuci piring atau gelasnya sendiri serta membuang sampah pada tempatnya.

Mengajari anak memang tidak mudah. Namun, jika melihat kebiasaan orangtuanya maka si anak pun akan otomatis menirunya karena orangtua adalah panutan bagi anak-anaknya. (*)

4 Comments

  1. Yes.. tipsnya pas mbak dengan saya yg memang harus mulai bebersih nih. Sayangnya semangat selalu kendoor. Hahah

    ReplyDelete
  2. ­čśé­čśé­čśésemangat bun. Mulai dari barang2 yang gak terpakai tapi sayang untuk dibuang­čśé

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya bukan orang yang gampang beli barang sih, Mba. Tapi sulit membuang karena belum tentu beli lagi. Jadinya ya gitu deh numpuk barang lama.

      Delete
    2. Ini juga dilema, mbak. Kalau aku bener2 tak pilih yang benar2 terpakai. Kalau yg gak terpakai biasanya dikasih ke orang atau dijual. Alhamdulillah boss mengijinkan. Gak tahan rumah banyak barang mbak. Rumah banyak debu dan sulit dibersihkan. Gudang pun sudah penuh.

      Kalau memang mau disimpan, simpan ditempat tertutup. Misal box plastik atau kardus. Dalamnya dikasih kapur barus biar gak ada ngengat. Cek tiap 3 bulan.

      Delete