3 Hal Yang Menjadikan Kehidupan Di Singapura Mahal

Explore Singapore


Meskipun bukan nomor satu negara dengan biaya hidup termahal, Singapura termasuk dalam 50 negara dengan biaya hidup termahal. Dan negeri singa putih ini menempati peringkat ke duapuluh.

Lalu, apakah yang menjadikan biaya hidup di Singapura itu mahal? Kali ini aku bakalan membahasnya dari hal yang receh banget dan tidak jauh-jauh dari dunia perdapuran yang menjadi wilayahnya para emak!

1. Gas.

Ada dua option untuk masalah gas. Yang pertama, membeli tabung sendiri. Dan yang kedua adalah menyambung dari pemerintah. Aku tidak tahu mana yang terbaik karena selama 5 tahun ini aku tinggal di rumah yang gasnya menyambung ke perusahaan gas, elektrik, dan air setempat. Tapi, berdasarkan pengalaman tetangga, menggunakan gas tabung pun mahal. Belum lagi kalau ada problem baru masak, e gasnya habis. Itu sebabnya, ibu tetangga juga memasang panel surya yang disambungkan ke kompor agar lebih hemat energi. Ya, meskipun kalau di musim hujan gini mataharinya sering ngumpet.


2. Air

Hal yang kedua yang menjadikan Singapura negara dengan biaya termahal adalah air. Jangan heran jika air di sini sangat sangat sangat diirit!

Pokoknya, orang Singapura itu sangat sensitif jika soal gas dan air. Mereka berlomba-lomba bagaimana caranya biar bisa berhemat. Itulah yang menjadikan salah satu alasan kenapa orang Singapura jarang mandi (tidak sesering di Indonesia yang bisa mandi 3-4 kali).

Baca juga : 5 Kebiasaan Orang Indonesia Yang Tidak Ada Di Singapura.

Mereka hanya mandi di malam hari ketika hendak tidur, dan di pagi harinya hanya cuci muka dan gosok gigi. Di Singapura juga memiliki cara yang berbeda untuk mencuci mobil. Yaitu, hanya dengan cara mengelap mobil menggunakan satu ember air dan lap basah.

Belum lagi kalau soal urusan cuci piring, air kerannya harus kecil dan jangan sampai buang-buang air.

Jadi, untuk bekerja di Singapura sebagai Domestic Worker itu harus pintar-pintar menghemat agar si boss tidak berkicau. Singaporean itu rata-rata orangnya sangat perhitungan. Pas lihat kertas bill kok ada yang naik? Pasti complain terhadap pembantunya. Kalau pas bossnya yang super duper peliiit dia gak akan berhenti ngomel dan menyalahkam DW.


3. Listrik

Dibandingkan air dan gas, listrik di Singapura menempati peringkat termahal. Bahkan, kadang-kadang bayarnya lebih mahal daripada gajiku. Hiksss ... sedih gak sih ketika tahu bahwa biaya listrik di rumahmu lebih besar daripada pendapatmu? Nyesek!




"Did you change any electricity?" tanya si boss tadi pagi. Aku yang merasa tidak memakai listrik terlalu berlebibhan untuk kebutuhan pribadi, jadi kaget karena bayar listrik bulan ini naik tajam yaitu $680.20 atau setara dengan+- Rp. 7. 124.000. (*)

5 Comments

  1. Wah... Berat banget.
    Gas aja ribet gitu kalau pengen hemat.
    Kalau air, ya ampun... gimana rasanya ya cuma mandi di malam hari saja? :( Mau berangkat kuliah / ngantor aja nggak mandi rasanya nggak enak, lhaa ini malah kebiasaan di Singapura.

    Kalau soal listrik, mahal banget. Padahal uang segitu cukuplah buat beberapa bulan ke depan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. šŸ¤£lama2 akan terbiasa kalau sudah tinggal di luar Indonesia. Bule2 mmg jarang mandi. Apalagi kalau di negara yg ada musim dingin, malah mandinya bisa seminggu sekali. Di sini manggil tukang untuk masang lampu aja 100 dolar. Suka ngeri sama biaya hidupnyašŸ¤£gaji standar untuk karyawan biasa memang 25-30 jt, tapi biaya hidup jg mahalšŸ˜­

      Delete
  2. Whuuuaainii ..
    Temen mainku yang males mandi cocok banget ditempatin di Singapura aja tinggalnya kalo gituu ..
    Hahaha ..

    Kalau baca post ini gimana mahalnya air di Singapura, auto bahagia langsung on lihat gimana air melimpahnya di Indonesia, jarang banget mengalami kekeringan.

    Bahkan dikotaku tinggal, banyak sumber mata air alami, loh ..., Bebas mau mandi-mandi sampai berapa lama pun disana, gratiiiiis ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hidup di Indonesia memang perlu disyukuri bang. Kalau gak punya sayur, bisa ramban di sawah atau pekarangan. Kalau di sini, boro2. Rumah rata2 apartemen. Kalau gak bener2 orang kaya, gak bisa punya rumah di perumahan.

      Delete
  3. Kalau baca artikel seperti ini, bersyukur banget tinggal di Indonesia. Listrik juga masih disubsidi jadi harganya sebetulnya masih mendingan.

    ReplyDelete