Terseret ke Dunia Lain (1)

 

Novel horor

 

Who says

Who says you're not perfect

Who says you're not worth it

Who says you're the only one that's hurting

Trust me

That's the price of beauty

Who says you're not pretty

Who says you're not beautiful

Who says


"Kinar! Buka pintunya! Kinaaaar!!!" Terdengar suara Mama dari balik pintu kamar. Gue lagi asik nyanyi jadi pura-pura saja tidak mendengar. Ok. Keraskan volume HP.


"Kinaaar!!!" Mama tiba-tiba masuk kamar lalu mematikan musik dan mengambil HP kemudian mematikan musiknya. Rupanya dia menggunakan senjata andalan. Kunci serep! 


"Ada apa sih, Ma? Berisik deh! Gak tahu orang seneng!"


"Kamu, ya! Kalau sama Mama pasti ngelawan! Coba sama Papamu kalau berani?!" 


"Berani, kok! Siapa takut?!"


Tanpa ba bi bu gue langsung keluar kamar dan menghampiri papa yang lagi baca koran di ruang tengah. "Pah. Kenapa sih kita pindah lagi? Papa gak bosen? Kinar udah bosen, tuh! Setiap tahun Papa kerjanya selalu pindah teruuuus! Kinar ngerasa kita balik lagi ke jaman purba yang hidupnya nomaden. Papa gak punya cita-cita gitu tinggal menetap di suatu tempat?"


" Kinar, Sayang ...."


"Apa? Karena Papa pengabdi pada negara? Gitu, kan?! Kinar tahu apa yang akan diucapkan Papa. Bye!"


Gue masuk ke kamar. Gue sudah tahu apa yang bakalan Papa katakan. "Sudah ngomong sama Papa, Kin?" tanya Mama sambil senyum-senyum karena tahu gue gak bakalan berani menaikkan suara di depan papa.


"Sudah. Besok kita berangkat ke Sumbawa, kan?!"


***


Hello. Kenalin, tapi kalau kalian gak mau kenalan sama gue ya gak masalah. Gue akan tetap maksa kalian supaya mau kenalan!


Nama gue adalah Kinar. Kinar Ramlan. Kinar itu nama Mama dan Ramlan nama Papa. Mereka menikah lalu punya anak dan nama anaknya Kinar Ramlan! Sungguh kreatif sekali! 


Umur gue 16 tahun dan gue gak pernah sekolah. Bukan karena gue punya kelainan, idiot atau semacamnya. Tapi memang gue gak mau sekolah. Titik. Gak pakai koma!


Jenis kelamin gue perempuan. Bisa dilihat dari nama gue. K i n a r! Kalau ada yang bilang gue laki-laki, berarti rada-rada tuh orang.


Sejak lahir gue selalu punya mimpi buruk. Bahkan mimpi itu ada saat gue masih berbentuk embrio. Dan mimpi buruk itu adalah gue terlahir sebagai anak Mama Papa yang hidupnya selalu pindah-pindah dari kota satu ke kota lain. Dari pulau A pindah ke pulau Z! Dan kini mimpi buruk itu semakin menjadi ketika gue pindah ke suatu kampung di lereng gunung Nusa Tenggara Barat. Namanya desa Sambori. Gue ketemu gadis aneh di sana. Namanya Nur. Dan Nur ... mengubah cara pandang gue akan hidup. Selamat membaca diary yang gue tulis. Tertanda, Kinar.yang cantiknya bukan main ....

Post a comment

0 Comments