3 Cara Sukses Menulis di Platform.

3 cara sukses menulis di platform
- 3 Cara Sukses Menulis di Platform- Seiring dengan perkembangan dunia digital, dunia literasi pun mengalami laju perkembangan yang sangat pesat. Untuk membaca sebuah novel, cerpen, tak perlu lagi harus meminjam ke perpustakaan daerah atau harus membelinya ke toko buku yang untuk sebagian orang masih dianggap mahal.

Animo masyarakat terutama kaum ibu rumah tangga dari berbagai lapisan/golongan dalam dunia fiksi (novel/cerpen) mengalami kenaikan yang signifikan dan bisa menjadi celah bagi penulis-penulis baru untuk berunjuk gigi.

Mundur ke tahun 2014-2015 dunia literasi sosial media (Facebook) diterpa badai KBM (Komunitas Bisa Menulis) besutan sepasang penulis ternama Asma Nadia dan Isa Alamsyah. 

Grup tersebut meski tak seramai sekarang, dari sana lah banyak penulis lahir. Selain digembleng oleh para senior dalam menulis (yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia) juga menjadi wadah bagi para anggotanya dalam menuangkan isi pikiran.

Dari KBM lahir lah penulis-penulis yang mulai merambah ke media massa baik itu online maupun cetak. Banyak juga para anggotanya yang mulai melebarkan sayap menjajaki dunia penerbitan mayor, maupun self publishing. Dan sebagian anggotanya lagi, ada yang memilih merambah ke platform yang mulai ramai dan makin bermunculan seperti wattpad, GWP dan juga Sweek.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak platform lokal maupun luar yang mulai bermunculan dan bisa menghasilkan cuan baik itu dari lomba maupun cerita premium. Sebut saja Storial, Mangatoon, NovelMe, Dreame, Goodnovel dan masih banyak lagi platform cerita yang mengiming-imingi dengan sejumlah uang yang jumlahnya kadang di luar masuk akal.

Well, sebagai seorang yang selama sembilan bulan terakhir ini aktif di platform dan sudah mencoba beberapa platform seperti Wattpad, Storial, GWP, Mangatoon, NovelMe, Dreame, Hinovel, Webnovel, KBM aplikasi, bahkan Goodnovel ... aku bisa menarik beberapa kesimpulan yang bisa menjadikan sebuah buku itu laris di pasaran atau tidak.  Dan inilah 3 cara sukses menulis di platform agar tulisan kita mendatangkan pundi-pundi rupiah.

1. Cara yang pertama adalah pilih platform yang hendak kita tuju. Setelah itu, carilah informasi sedetail-detailnya dari pihak yang memang benar-benar tahu mengenai platform tersebut (bisa dari website resmi platform itu sendiri, sosial media, ataupun teman yang memang sudah lebih dulu berkecimpung di sana).

Cari tahu bagaimana cara menulis di sana, bagaimana agar cerita kita menjadi premium (berbayar), berapa lama novel kita akan dikontrak, bagaimana cara pembagian royalti (besaran royalti penjualan bab yang diberikan kepada penulis), ada atau tidaknya bonus bagi penulis? Kalau ada, bonus apa saja yang didapatkan oleh penulis selama menuliskan karyanya di sana, dan poin yang tak kalah penting adalah berapa jumlah minimum penarikan royalti seorang penulis.

Kenapa poin yang terakhir sangat penting meskipun jarang dibahas adalah:

  • Setiap platform baik itu lokal maupun luar, memiliki syarat dan ketentuan masing-masing soal penarikan royalti penulis. Dreame, misalnya. Karena platform luar yang mana pembayaran menggunakan dolar (USD), maka minimal penarikan ada $100. Itu pun harus melalui Paypal karena hanya sistem pembayaran tersebut yang biaya administrasi sedikit. Beda dengan Dreame, di platform Mangatoon/Noveltoon, penarikan royalti/pendapatan penulis minimal 1,4 juta rupiah. Penarikan bisa dilakukan dengan menggunakan rekening bank.
  • Di poin ini, jarang sekali calon penulis tidak memperhatikan atau bahkan tidak tahu sama sekali. Sehingga, ketika sudah terlanjur menulis dalam waktu sekian bulan dan minimum penarikan tak kunjung terpenuhi, penulis tak bisa melakukan apa-apa selain dua hal ini. Terus menulis di platform tersebut agar bisa memenuhi minimum penarikan royalti. Atau memilih untuk mengiklaskan royalti tersebut dan pindah ke platform lain (hal ini dilakukan oleh banyak penulis).

2. Tahapan nomor dua yaitu setelah kita tahu seluk beluk yang akan menjadi rumah baru untuk tulisan-tulisan kita, langsung terjun ke lapangan (platform). Baca-baca novel yang laris di sana. Baca komentar-komentar pembaca. Dari situ, kita akan belajar tentang genre apa yang diminati di platform tersebut. Tulisan seperti apa yang membuat para pembaca rela meluangkan waktu dan materi untuk membaca novel di platform menulis yang akan kita tuju.

3. Langkah yang ketiga adalah berpikir dengan matang. Kita sudah tahu regulasi platform yang akan dituju, sudah tahu jenis cerita dan genre seperti apa yang laku di platform tersebut, sekarang adalah waktunya menulis! 

Tulislah genre/jenis novel yang sesuai dengan platform. Karena jika tidak, maka kita harus bersiap-siap novel kita akan sepi pembaca lantaran genre yang kita tulis adalah minoritas (Kita tidak bisa marah atau menyalahkan pihak pembaca atau platform. Karena selera baca setiap individu itu sangat berbeda).

Selain menulis, alangkah baiknya seorang penulis juga harus mulai belajar marketing. Belajar mempromosikan ceritanya sendiri ke khalayak umum. Selama kita bukan Tere Liye, Dewi Lestari, jangan pernah berdiam diri dan berharap jutaan pembaca akan datang sendiri. (*)


2 Comments