
"Bagaimanapun Lina kan menantu saya. Mana tega sih saya memperlakukannya seperti pembantu?" Mama bernapas lega karena calon besannya yang mata duitan itu bisa mengerti maksudnya. Sebagai seorang ibu, Mama akan berbuat apa saja demi putrinya. "Syukur…

"Orangtuamu tahu kalau kamu hamil, Lin?" Gadis itu menggeleng gemas. Dia hamil di luar nikah, dengan suami orang lain pula. Mana mungkin dia memberitahukan kepada papa-mamanya? Bisa-bisa Mama pingsan mengetahui satu-satunya anak kesayangannya hamil dengan l…

"Semuanya baik-baik saja," kata Dokter Lia yang tak bisa menyembunyikan senyum kebahagiaan karena melihat pasiennya satu ini. Biasanya Maharani pergi ke dokter kandungan bersama dengan ibu mertuanya, tetapi kali ini dia pergi dengan suaminya. Mereka terlihat…

Pagi itu Aryo sudah bersiap-siap mengatakan semuanya pada istrinya. Dia sudah siap menerima kemurkaan istrinya. Mau dipukul pakai bantal seribu kali pun dia tak akan melawan, tetapi reaksi Maharani sungguh berada di luar dugaannya. Entah terbuat dari apa hati wanita i…

"Jamu kuatnya ada, Mbok?" tanya Maharani ketika pagi itu dia belanja di depan komplek, tempat tongkrongan tukang sayur yang sudah jadi langganan. "Ono to yo, Cah Ayu. Mau berapa? Satu atau dua?" "Satu saja, Mbok," sahut Maharani malu-ma…

"Sudah makan, Mas?" tanya Maharani ketika Aryo memasuki kamar. Wajahnya terlihat letih, tubuhnya bau rokok yang menyengat, dan matanya terlihat redup. "Sudah. Ambilkan baju di lemari, ya. Mas mau mandi dulu," kata Aryo sambil melempar bajunya ke …

"Mbaaak ...." Murni menggelendot manja ketika melihat Maharani hendak menyiapkan makan malam untuk mereka. "Kenapa, Mur? Mau bantuin masak?" "Gak, ah. Ntar kuku Murni bisa cuil kena pisau." Dasar anak zaman sekarang! Pikir Maharani tanp…

"Kalau Ibu kasihan sama Aryo, antarkan saja makanan ke kantornya," celetuk Ketut, pria yang telah menjadi suaminya selama puluhan tahun. Dan selama puluhan tahun itu pula lelaki berdarah Bali-Jawa-Jerman itu harus merelakan telinganya mendengar ocehan Suci …

"Mbak? Seragamnya Murni mana, sih? Kok di lemari gak ada?" tanya Murni, adik ipar Maharani yang masih duduk di kelas 2 SMA setengah menjerit. Setiap pagi pasti suaranya melengking mencari-cari sesuatu. Kalau tidak seragam, hp, buku pekerjaan rumahnya, bahk…