
Pada akhirnya tak ada yang mampu membujuk Putri untuk datang ke pemakaman perempuan yang telah melahirkannya. Tidak Leo, tidak juga Mayang. Mereka semua akhirnya menyerah, terlebih lagi kandungan Putri tak memungkinnya untuk datang ke Makassar. "Maafkan aku, Mas.…

"Ke mana kalian akan tinggal, Leo?" tanya Mayang ketika menantunya datang ke rumah bersama Putri. Mereka mengatakan pada Mayang bahwa ingin mengontrak dan belajar mandiri tanpa bantuan siapa pun, termasuk mertuanya. Leo bertekad ingin menghidupi keluarganya…

"Ke mana lagi suami, lo? Tahu istri lagi hamil tua, keluyuran melulu kayak Bang Toyib!" keluh Juwi yang hari ini bertugas menemani Putri ke dokter kandungan ditemani Jono, supir sekaligus suami Puji. "Lo gak bosen tanya terus?" balas Putri datar. …

Setelah seminggu mencari di tempat tongkrongan Leo, akhirnya Andi berhasil membawa pemuda itu dengan paksa dan dalam keadaan setengah mabuk. Setelah mengetahui Putri hamil, Leo mulai frustasi dan menenggelamkan dirinya ke dalam minuman keras. Malam itu, saat menganta…

Bab 7 Leo berhenti di sebuah warung tenda bertuliskan Bakso Tulang Rangu Pak Ndut. "Ngapain sih lo ngajak gue ke sini?" tanya Putri heran sekaligus tak mengerti. Dia merasa tak mengenal pemuda itu. Bertemu pun baru sekali. Dan anehnya lagi, tiba-tiba nyulik…

"Udah sampai belum sih, Pak?" rengek Putri gemas. Padahal dia tahu kalau jalanan sedang macet. "Macet, Non Put." "Gini, nih. Makanya Putri gak suka diantar Pak Supri. Macet! Gak bisa nyelip sana sini!" "Ya, mau gimana lagi, Non? Pak…

"Sore, Om, Tante ...." Juwi, Desi, dan Nunik menyapa begitu melihat Mayang dan Rahman yang duduk di ruang tamu. Baru saja mereka pulang dari rumah sakit. "Sudah mau pulang?" "Iya nih, Tan. Kalau malam baru pulang, bisa dimarahin nyokap!"…

Untuk pertama kalinya Rahman menginap di rumah Mayang. Meski mereka berada di kamar terpisah, tetap saja pria itu bahagia bukan main. Setelah lebih dari tiga puluh tahun menanti dan mengejar cinta pertamanya, akhirnya wanita pujaan hatinya itu akan segera jatuh ke dal…

"Lo yakin mau pulang pakai motor?" Juwi berusaha meyakinkan sekali lagi. Baru kali ini Putri mau naik sepeda motor lengkap dengan asap ibu kota yang tebal dan panasnya masih menyengat padahal matahari sudah bergeser ke arah barat. Bonus lengkap, kan? Beginil…

"Kak Putri!" teriak Dira ketika melihat Andi dan Putri pulang. Mereka sedang makan siang, tetapi Dira masih menunggu sesuatu datang. Sesuatu yang telah dijanjikan dan semua orang tahu, kalau sudah berjanji pada Dira, apa pun halangannya, apa pun rintanganny…

Suara-sorak sorai kelulusan terdengar di setiap penjuru sekolah. Mereka diizinian untuk teriak, tertawa, menangis, tapi tidak untuk coret-coretan atau konvoi di tengah jalan. Bagi siapa pun yang melanggar, ijazah murid-murid itu akan ditahan sampai waktu yang tidak t…

Rasanya pinggul Mayang mau patah ketika membawa barang belanjaan sebanyak ini di tangannya. Semua adalah permintaan Dira. Komik WB, Disney, US, semuanya diminta. Dan untuk Andi dibelikannya bola basket meski anak itu sama sekali tak meminta. Kalau Mayang tahu akan re…

"Mama jadi ke Amerika?" tanya Dira mengoleskan selai coklat ke atas roti tawar yang telah dibakar. "Jadi. Nanti siang Mama berangkat. Ingat, jangan merepotkan Kak Andi dan Mbak Kani." "Gak janji, deh ... habisnya PR Dira susah-susah, sih!&qu…

Sepuluh tahun sudah terlewati sejak Mayang meninggalkan Putri di rumah mantan suaminya. Dan sejak saat itu pula tak sehari pun berlalu tanpa bayangan Putri. Wanita itu selalu mengingat bagaimana tawa Putri, bagaimana manjanya anak itu, dan bagaimana usilnya terhadap …