Kamu Bodoh? Tenang, Ada Solusinya!

                   
   

Apa itu bodoh?

      Firstly, aku ingin bertanya terlebih dahulu. Kamu orang pintar atau bodoh? Kalau kamu pintar, tulisan ini bukan untukmu. Silakan berhenti membaca. Tapi, jika kamu orang yang bodoh, bisa jadi tulisan ini tepat untukmu. Akan tetapi, aku tidak bisa menjamin kamu akan menjadi pintar setelah selesai membaca tulisan bodoh ini.


     Well, apa, sih bodoh itu?

     Kata bodoh menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah sebagai berikut:

     

bo.doh

⇢ Tesaurus


     1. a tidak lekas mengerti; tidak mudah tahu atau tidak dapat (mengerjakan dan sebagainya): anak ini -- benar, masak menghitung lima tambah lima saja tidak bisa?

     2. a tidak memiliki pengetahuan (pendidikan, pengalaman): penjajah sengaja membiarkan rakyat -- agar mudah diperintah

     3. a cak terserah (kepadamu): kalau tidak menurut nasihatku, --

     

     Dari pengertian KBBI di atas, bisa ditarik kesimpulan  mudahnya seperti ini. Bahwa, orang bodoh adalah orang yang tidak mudah mengerti jika dijelaskan, orang-orang yang tak pernah mengenyam pendidikan, dan juga orang yang bebal jika diberitahu. TIDAK ada yang menyatakan bahwa BODOH adalah sebuah penyakit permanen yang sama sekali tak bisa diobati. Yang artinya, BODOH masih bisa diselamatkan. Masih ada solusi untuk meng-upgrade dari BODOH menjadi GAK BODOH-BODOH BANGET!


     Lalu, bagaimana caranya mengatasi kebodohan yang sejak lama menempel di diri kita? Jawabannya sangat mudah. Akan tetapi, pelaksanaan sangat berat karena dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, waktu, dan tentu saja materi.


     Cara yang pertama adalah membaca. Hem? Membaca? Mainstream banget, ya, tipsnya. Well, jawaban di atas memang sangat biasa. Tetapi, itulah yang paling ampuh!


Dampak positif membaca


     Di era modern saat ini, mencari bahan bacaan berupa novel, buku anak, buku-buku non-fiksi, artikel, majalah, bukanlah hal yang sulit. Banyak platform menulis dan penerbit besar yang telah merambah ke daring dan menyediakan apa yang kita butuhkan. Yang harus kita lakukan adalah mencari yang tepat.


     "Bagaimana cara mencari bacaan yang tepat?"


     Pertanyaan di atas barangkali masih menjadi pertanyaan banyak orang. Bagi pembaca pemula, alangkah baiknya mencari bahan bacaan yang ringan dan memang diminati. Biasanya, para pembaca pemula lebih menyukai buku-buku fiksi dibandingkan non-fiksi. Setelah kita terbiasa membaca setiap hari, biasanya kita akan menjadi lebih haus lagi akan bacaan-bacaan yang lebih bagus. Dan bukan hal tidak mungkin, yang tadinya hanya menyukai buku fiksi, lama kelamaan akan merambah ke buku-buku non-fiksi.


     "Bagaimana cara menjadi buku yang baik?"


     Alangkah baiknya, kegiatan membaca ini tak hanya sekadar membaca. Namun, juga belajar memahami apa yang sedang dibaca. Nikmati setiap huruf yang kita baca. Jika dirasa ada hal yang menarik dan membuat penasaran, catat di buku catatan, kemudian cari tahu di Google.


      Misalnya: Kita sedang membaca sebuah novel dengan latar tahun 40-an. Si penulis menuliskan sebuah kejadian atau tempat. Tak jarang, ada pembaca kritis yang langsung mencari tahu. Benar atau tidak, sih, di tahun itu ada nama tempat dan kejadian yang disebutkan? Kalau benar, selamat. Kita telah menemukan salah satu penulis fiksi yang bagus. Di mana, isi novel yang dituliskannya tidak hanya menghibur, melainkan disisipi pengetahuan atau informasi yang belum pernah kita tahu sebelumnya.


    Bacalah apapun yang kita baca dengan perlahan. Jangan tergesa-gesa. Ingat, melakukan hal apapun jika dilakukan dengan tergesa-gesa dan tidak teliti, maka hasilnya pun tidak maksimal.


     Cara yang kedua adalah biasakan mencatat apapun yang terlihat sulit bagi kita. Siapkan buku catatan dan pen di manapun kita berada. Jika tidak ingin repot membawa-bawa buku, catat saja pada note yang ada di ponsel kita. Catat dengan rapi apapun yang tidak kita ketahui apalagi jika kita tipe yang mudah lupa dan cobalah cari jawabannya.


Cara mengatasi kebodohan


     Misalnya : Pekerjaan kita adalah seorang juru masak. Karena saking banyaknya jenis masakan, kita tidak bisa mengingat dengan baik apa saja bahannya dan seberapa banyak takarannya. Nah, catatan ini berfungsi untuk mengingatkan kembali apa yang dilupakan. Saat lupa, tinggal membaca buku catatan. Contoh lainnya adalah misalkan kita ingin menjadi seorang penulis. Nah, cari tahu apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis kemudian tuliskan. Suatu saat ketika lupa, kita tinggal membuka lagi catatan tersebut. 


     Catat mencatat seperti di atas, bagi banyak orang mungkin merepotkan, melelahkan dan tidak efisien. Tapi, percayalah. Orang-orang yang sering mencatat hal-hal penting, mereka akan terhindari dari yang namanya mempertanyakan hal berulang. Dan yang paling penting, ketika kita mencatat kemudian mencari tahu jawaban, otak kita akan terangsang dan terlatih. Lama kelamaan, daya ingat akan meningkat dan juga lebih mudah dalam menelaah sebuah bacaan atau pertanyaan sulit. 


     Cara yang ketiga adalah pastikan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Serta, jangan lupa berolahraga. (*)

Agar otak jadi pintar




Post a comment

0 Comments