
"Sedang memikirkanku?" Suara yang sejak tadi dinantikannya itu akhirnya muncul dan Karina langsung menoleh ke sebelah kanannya. Tempat di mana Brian mendudukkan diri. "GR! Aku sedang memikirkan kenapa gak ada tukang bakso lewat!" Brian tersenyum …

"Kariiin!" teriak Irene ketika melihat laporan di depannya yang amburadul. Sudah satu tahun Karina menjadi sekretarisnya, tetapi sama sekali tak ada perubahan. "Sudah kukatakan aku tak berbakat," jawab Karina acuh tak acuh. Dia juga sudah jemu kena…

Jadi itu alasan kenapa ayahnya menemui bosnya hari ini? Pikir Karina begitu ibunya selesai bercerita. Jika saja Dokter Brian tidak menyentuh bahunya seolah-olah ingin menguatkan, Karina tak akan percaya dengan pengakuan ibunya dan menganggap semua itu hanya mimpi. Ibu…

"Saya berhak membenci siapa pun yang saya inginkan. Anda tidak memilki hak untuk mengatur hidup saya." Memang tidak. Keluh Santoso di dalam hatinya. Puluhan tahun dia mencari Irene dan ketika kini dia menemukannya, anak gadisnya itu telah banyak berubah. Seb…

"Lembur kok gak bilang-bilang sih, Mas?" gerutu Karina ketika siang itu dilihatnya Adam muncul di ruang tamu yang jarang kedatangan tamu. "Aku masak sayur asem, sambel tomat, sama ikan asin kesukaan Mas Adam. Mas mau makan dulu?" "Batre Mas ha…

Untuk pertama kalinya Karina melihat wajah Irene begitu kusut, muram, dan masam. Dia seperti mayat hidup dengan wajah yang pucat seperti itu. "Silakan kopinya, Bu." Karina meletakkan secangkir kopi yang tadi dipesan oleh bosnya. Wanita yang sudah beberapa …

"Sadarlah, Mas. Aku Irene, bukan Karina," ucap Irene dengan nada dingin sedingin salju di kutub utara. Seketika itu juga Adam kembali ke kesadarannya. Ia menatap ke atas, melihat istri keduanya yang berwajah marah, tetapi matanya dipenuhi kepedihan. "I…

Karina tersenyum sinis ketika melihat toples gula di depannya. Dia meraih toples itu dan mulai menyendoki butiran putih ke dalam cangkir. "Diabetes diabetes dah lu!" gumam wanita itu yang sudah memasukkan sepuluh sendom teh gula dan satu sendok kopi. Setel…

"Jangan lanjutkan jika itu menyakitkan. Taukah kamu? Hatiku sakit setiap kali melihatmu menangisi laki-laki lain." Karina teringat kalimat itu lagi. Tepatnya, sudah seminggu terlewati sejak Brian mengucapkan kata-kata itu. Kata yang sederhana, tetapi membeka…

"Awww!" teriak Karina ketika pegawai salon kecantikan memenceti hidungnya. Katanya, di sana banyak sekali komedo bersarang dan membuat kulit Karina nampak kotor dan tidak sehat. Ingin sekali Karin mengumpat dan kabur dari sana, tetapi Ririn terus saja mereng…

"Gimana keadaan Karin, Pah?" tanya Rosmia pada suaminya yang baru saja selesai mengangkat telepon dari Brian. Pria itu mengatakan bagaimana kejadian di rumah Karina dan untuk sementara waktu, dia akan menjaga Karina di rumahnya. "Kata Brian, dia baik-b…

Brian bisa merasakan punggungnya yang basah karena air mata Karin. Dia juga merasakan bagaimana kuatnya wanita itu mencengkram bahunya. Tubuhnya ikut bergetar karena menahan sesuatu yang bergejolak pada dirinya. Oh, rasanya Brian ingin sekali membalikkan tubuhnya dan …

"Aku ingin kamu segera menceraikan istrimu, Mas," kata Irene begitu mereka selesai makan malam. "Bisakah kita bahas soal ini lain kali, Ir? Aku harus pulang sekarang. Karina pasti sedang menunguku." "Mas yakin Karin sedang menunggumu pulang?&q…