Alasan-alasan Kenapa Harus Memilih Teman

Ketika masih anak-anak hingga beberapa tahun lalu, aku berpikir seperti kebanyakan lainnya. Tak perlu memilih dalam berteman dan berteman harus dengan siapa saja. Namun, waktu mendewasakanku. Bahwa, memilih dalam pertemanan adalah hal yang sangat penting.
Pentingnya memilih teman






Beberapa waktu lalu aku berbincang dengan seorang teman melalui pesan WA. Inti dari perbincangan kami adalah bahwa apa yang pernah aku katakan soal memilih teman benar adanya.

Beberapa bulan belakangan pikiranku dalam keadaan tidak baik. Bukan stress, tapi lebih memikirkan tentang apa yang akan kulakukan di masa akan datang. Tahun terus berganti, umur makin bertambah, masak iya sih gini-gini aja?

Bersyukur Tuhan menunjukkan jalan. Baik di dunia nyata maupun maya, Tuhan seakan-akan melakukan penyaringan terhadap orang-orang di sekitarku. Mereka yang memberi kontribusi positif dalam pikiranku dipertahankan. Sedangkan orang-orang yang hanya bisa menebar hal negatif dijauhkan.

Efek negatif berada di lingkaran (sosial media) yang negatif.

Saat ini, siapa sih yang tidak kenal dengan media sosial? Tak hanya kaum milenial, dari anak-anak hingga tua pun mereka mengenal berbagai macam nama media sosial sekaligus menggunakannya. Akan tetapi, dengan seiring berjalannya waktu media sosial tak lagi menjadi tempat untuk bersosialisasi namun menjadi ajang untuk mencari permusuhan. Bagaimana tidak? Semenjak politik di Indonesia memanas beberapa tahun lalu, pengguna sosmed makin agresif dalam membahas sesuatu hal yang mereka yakini benar ( aku pernah ada di posisi ini).

Tak hanya berujung debat di kolom komentar, saling sindir di postingan pun tak lagi terelakkan. Yang masuk penjara karena terjerat kasus UU ITE? Banyak! Alhasil, tingkat stress pada pengguna media sosial pun makin meningkat dan yang pasti hal itu sangat mempengaruhi pikiran serta fisik.

Efek negatif pengguna sosial media yang berada di lingkaran orang-orang negatif adalah kita jadi lebih sensitif, emosi tak terkontrol, sering sakit kepala, merasa lelah padahal tidak melakukan apa-apa, dan efek yang paling fatal adalah mematikan kreatifitas sehingga kita tidak menjadi produktif dan semakin pasif. Aku tidak tahu apa sebutannya secara ilmu psikologi. Akan tetapi berdasarkan pengalaman sendiri, itulah yang aku rasakan ketika masih berada di lingkaran orang-orang negatif.

Keluarlah dari lingkaran negatif demi perubahan yang lebih baik.

Baik di dunia nyata maupun maya, aku telah melakukan ini. Keluar dari lingkaran negatif demi kualitas hidup yang lebih baik. Menghindari teman-teman yang suka bergosip serta membicarakan keburukan orang lain, serta mengurangi intensitas bercakap atau bertemu dengan orang-orang yang selalu mengeluhkan apapun yang di hidupnya.

Mungkin ada orang yang berpikiran bahwa apa yang aku lakukan ini tidak baik, tapi aku sudah membuktikannya sendiri. Berada di lingkaran orang-orang negatif, lambat laun kita pun akan menjadi negatif dan jika itu terus berlanjut, bukan hal mustahil kita akan jadi tukang gosip, tukang nyinyir, tukang ngeluh, banyak bicara sedikit karya. Oh tidak ... aku tak mau terus-terusan di sana!

Hidup lebih berkualitas ketika keluar dari lingkungan yang negatif.

Coba deh lakukan ini, hindari akun-akun negatif di media sosial. Unfriend atau block. Keluar dari komunitas-komunitas yang hanya bikin kepala pening dan hanya menghasilkan sakit hati dan pertengkaran.

Mulailah hidup yang baru bersama orang-orang positif, orang-orang yang berkarya, orang-orang yang pandai serta bijak pemikirannya, niscaya kualitas hidup kita pun akan meningkat. Hari-hari dipenuhi untuk menghasilkan karya, pikiran positif, lebih bahagia dan lebih memikirkan kehidupan masa depan yang lebih baik daripada hanya mengomentari kejadian-kejadian yang sedang menjadi trend masa kini.

Hidup itu hanya sebentar, bertemanlah dengan orang-orang positif, berpikir positif, serta lakukan hal-hal positif mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar kemudian berbahagialah. (*)

Diantara teman-teman ada yang memiliki pengalaman serupa denganku? Sharing yuk di kolom komentar.

Comments

  1. Setuju ­čĹî banget kalau kita harus pilih teman. Aku juga pernah nulis tentang pilih2 teman.

    Paling gak tahan sama yang suka paling merasa menderita di dunia huhuhuw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku paling ngeri sama yg dikit2 haram. Apapun yg gak sesuai sm pemikirannya haram.­čśó

      Delete
  2. Benar banget ya, kayaknya saya sejak dulu rajin bersih2 medsos deh, Alhamdulillah timeline saya penuh dengan aura-aura positif semua.

    Berteman dengan orang2 negatif emang menguras energi, bikin sakit hati, bikin ngabisin waktu juga.

    Selain itu, saya juga belajar mengendalikan pikiran sendiri, belajar memahami bahwa setiap orang punya tantangannya sendiri.
    Alhamdulillah dengan itu, saya gak pernah lagi merasa kesal dengan teman2 medsos.

    Semoga kita semua selalu berada di lingkaran orang positif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak. Dulu aku pernah tersesat di lingkaran negatif. Alhamdulillah bisa keluar dan akhirnya mulai belajar ngeblog. Sejak ngeblog jadi lebih adem dan pikiran fresh ....

      Delete

Post a Comment

Popular Posts