Bagaimana Kehidupan Di Singapura?

Kehidupan di singapura
Image: Visme


Aku cukup sering mendapat pertanyaan dari teman di media sosial tentang bagaimana sih mbak kehidupan di Singapura? Sebenarnya aku juga bingung harus menjawab apa karena menurut pandangan pribadiku tinggal di manapun rasanya sama saja.

Kenapa aku bilang sama saja? Karena mau itu di Indonesia, Singapura atau bahkan Amerika, akan selalu ada plus minusnya.

Jika kita dari kalangan atas (ekonomi kuat) tinggal di negara maju asik-asik saja. Tetapi jika ekonomi kita menengah ke bawah, maka hidup juga terasa berat. Sama kan kayak di Indonesia? Alasan finansial adalah alasan terbesar enak atau tidaknya hidup di sebuah negara.

Baca juga : 7 Kebiasaan Orang Singapore.

Tidak enaknya tinggal di Singapura.

Di Singapura itu apa-apa mahal. Mulai dari sandang, pangan, listrik, air, gas dan papan gak ada yang murah. Itu sebabnya Singaporean (sebutan untuk orang Singapore) kerap mewanti-wanti agar pekerja di rumahnya berhemat terutama untuk listrik, air dan gas. Jika kebutuhan 3 hal itu tiba-tiba tagihannya melonjak, tidak jarang boss akan marah kepada helpernya.

Apakah di Singapura ada orang miskin? Ada dan banyak. Di sebuah sudut di Singapura ada sebuah bangunan apartemen yang dihuni masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini memang terkesan ditutupi sehingga tak banyak yang tahu. Pun juga masyarakat itu tak mau disebut miskin.

Aku tidak tahu kenapa mereka enggan disebut begitu, tapi ketika melihat tayangan di sebuah channel youtube aku jadi tahu bahwa Singapura itu sama saja seperti di Indonesia. Hanya saja di sini negara kecil jadi tak ada yang sampai tinggal di kolong jembatan.

Berikut aku sertakan sebuah video jadi teman-teman memiliki gambaran bahwa hidup di Singapura itu tak seindah yang digaungkan dan dilihat.



Enaknya tinggal di Singapura.

Ada gak enaknya pasti ada enaknya. Kalau menurutku enaknya hidup di Singapura itu ramah bagi pejalan kaki, tidak ada acara macet atau banjir, tidak ada pedagang kaki lima di pinggir jalan, transportasi umum nyaman dan aman, jarang ada yang julid, gak ada yang namanya demo-demoan dan banyak sekali tempat wisata gratis, fasilitas umum gratis+bagus (yang begini ini sulit ditemukan di Indonesia).

Di sini itu rasanya nyaman, adem, antara umat agama satu dan yang lainnya itu rukun dan banyak dari Singaporean itu pikirannya terbuka dan melihat ke depan. Ya, bisa dilihatlah dari negaranya. Negara yang besar, maju, juga tak terlepas dari masyarakat negeri itu sendiri. (*)

Post a comment

0 Comments