Dilema Wanita Yang Bekerja.

Dilema wanita yang bekerja
Image: Visme

Pernah gak sih ngalamin dilema ketika berkerja? Situasi tersulit apa yang pernah membuatmu dilema? Jika masih single, mungkin dilema yang dialami tidak terlalu kompleks. Tetapi jika sudah berkeluarga, seringnya dilema wanita yang bekerja bisa membuat stress bahkan merasa tertekan.

Di le ma. Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia) dilema artinya situasi sulit yang mengharuskan seseorang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan.

Dilema ini nih yang sering menghampiri seorang istri yang bekerja. Dihadapkan pada pilihan antara bekerja atau stay di rumah alias jadi ibu tangga (full di rumah) padahal keadaan ekonomi keluarga mengharuskannya bekerja.

Baca juga: 3 Hal Yang Sering Dialami Wanita Yang Tidak Bekerja.

Teman-teman kerjaku 90% adalah wanita. Dan 80% nya adalah seorang istri entah itu pengantin yang masih tergolong baru, sampai usia pernikahan diatas 10 tahun. Apakah mereka mengalami stress ketika bekerja? Jawabannya adalah iya. Kenapa? Karena menjadi ibu rumah tangga dan ibu pekerja dalam dalam kurun waktu yang bersamaan tidaklah mudah. Tidak hanya menyita waktu, materi, tenaga, namun juga pikiran. Karena stress inilah tanpa terasa intensitas bertengkar dengan suami pun menjadi lebih sering dan bahkan hingga mengakibatkan keretakan rumah tangga.

Lalu, bagaimana wanita-wanita ini mencari solusi untuk dilema yang sedang mereka alami? Apa yang teman-temanku itu lakukan beragam, tergantung situasi keluarga yang dialami. Bagi yang baru menikah karena belum memiliki momongan, permasalahannya biasalah ya, masih dalam masa penyesuaian dan belajar memahami satu sama lain sehingga tidak mengharuskan berhenti bekerja.

Pada tahap selanjutnya adalah ketika memiliki anak dan dia belum bisa mandiri. Rumah berantakan, anak gak keurus, sering ribut sama suami, bekerja juga tidak bisa konsentrasi. Beberapa temanku yang menghadapi situasi sulit semacam ini mereka mengambil langkah yang berbeda.

Baca juga : Me Time Bagi Ibu Rumah Tangga Sekaligus Ibu Pekerja, Mungkinkah?

Yang pertama adalah berbicara dengan pasangan apakah jika istri tak bekerja keuangan rumah tangga akan baik-baik saja? Ketika suami bilang 'iya' maka si istri memutuskan untuk resign. Dengan catatan mempersiapkan 'bekal' jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Yaitu, bekerja dari rumah.

Kemudian yang kedua adalah banyak dari mereka yang tetap memilih bekerja karena situasi ekonomi tidak memungkin bagi mereka untuk berhenti karena gaji suami tidak mencukupi.

Al hasil, istri harus pintar menjaga situasi agar rumah tangga tetap adem. Cucian, setrikaan, masukkan laundry. Soal makanan, kalau gak capek ya masak, kalau capek nasinya masak sendiri, lauknya beli saat pulang bekerja. Yang penting di rumah ada mi instan, telur, dan nugget untuk si kecil.

Untuk urusan anak solusi yang hemat biaya adalah menitipkan ke orangtua atau mertua. Menitipkan anak ini bukan tanpa risiko, ya, karena bolak balik antar jemput anak pun menyita waktu tenaga dan pikiran. Tapi, mau gimana lagi? Keuangan keluarga tidak memungkinkan berhenti bekerja terutama non PNS yang (maaf) waktu dan tenaga lebih banyak terbuang di tempat kerja, gak ada yang namanya weekend atau libur tanggal merah apalagi jalan-jalan pada jam kerja.

Situasi apapun yang sedang dihadapi, dilema memilih resign atau bekerja, alangkah baiknya bicarakan kalau bahasa jawanya rembukan dengan pasangan.

Jangan sampai karena masalah pekerjaan membuat rumah tangga berantakan (meskipun sudah sangat banyak terjadi). Buat kamu yang sedang mengalami hal semacam ini, semoga kamu tetap sehat, tetap kuat, tetap cantik dan bisa mengatasi permasalahan dengan baik dan permasalahan terpecahkan tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sampai ketemu lagi. (*)

Post a comment

0 Comments