Apa Penyebab Kanker Serviks dan Apakah Kanker Seviks Menular?

Apakah kanker serviks menular?
Pict : Visme

Pasti ada beberapa pertanyaan ketika kita membaca rubrik di sebuah majalah wanita, atau saat kebetulan membaca tulisan yang tidak sengaja terbaca tentang sebuah penyakit yang lewat di beranda media sosial.

Misalnya; " Kok bisa, ya? Kira-kira apa sih penyebabnya? Nular apa tidak, sih? Kok jadi merinding disko?"

Sangat wajar jika teman cantiks mempertanyakan hal-hal yang belum diketahui. Apalagi yang dibaca adalah sebuah penyakit mematikan yang mengancam kaum hawa setelah kanker payudara.

Masih ingat Alm. Julia Perez (Jupe) yang tutup usia 2017 lalu? Beliau adalah salah satu contoh bahwa penyakit itu tidak mengenal kasta. Mau kaya, cantik, terkenal, kalau Tuhan mau ngasih sakit, manusia bisa apa?

Apa penyebab kanker serviks?

Sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan perkembangan kanker serviks. Diantaranya yang paling besar adalah terjangkit oleh virus human papillomavirus (HPV). 

Namun, selain HPV para peneliti juga menemukan faktor paling besar lainnya yaitu aktifitas seksual seperti; dengan berapa pasangan pernah melakukan aktifitas seks, usia saat melakukan seks pertama kali, sudah pernah hamil berapa kali, dan apakah memiliki sejarah penyakit seksual yang menular.

Adapula faktor lainnya ; Aktifitas merokok, ketika ibu kita sedang mengandung terpapar diethylstilbestrol (Obat anti keguguran yang diberikan pada ibu hamil. Biasanya, yang diberikan adalah obat DES),  dan terinfeksi human immuno dificiency virus (HIV).

Apakah kanker seviks menular?

Kanker serviks umumnya tidak menular. Akan tetapi, ada faktor yang menyebabkan berkembangnya kanker serviks. Faktor yang paling besar itu adalah terkena virus HPV yang ditularkan melalui kegiatan seksual.

Jadi, meskipun kanker itu sendiri tidak menular, namun virus yang berkaitan dengan kanker serviks bisa membuat kita tertular.

Hayo, loh. Itu sebabnya di masyarakat kita sering kali mengingatkan bahwa 'jangan suka gonta-ganti pasangan kalau tidak mau penyakitan'. Memang, tak semua penderita kanker serviks maupun yang terkena HIV berarti sering bergonta ganti pasangan, alias maniak seks. Tapi, apa salahnya menghindari. Iya, kan? Setialah pada pasangan masing-masing. (*)

Post a comment

0 Comments