Me Time Bagi Ibu Rumah Tangga Sekaligus Ibu Pekerja, Mungkinkah?

Me time
Image: Visme


Pada umumnya kaum wanita terutama ibu rumah tangga memiliki tugas yang lebih banyak dibandingkan kepala rumah tangga (suami).

Dari mulai mengurus rumah dengan seabrek pekerjaannya yang kalau dijabarkan itu seakan gak ada habisnya, ngurus anak-anak, dan belum lagi membantu suami mencari nafkah.

Memang, tugas seorang istri pada hakekatnya adalah menjadi ibu rumah tangga (stay di rumah) dan pria sebagai kepala rumah tangga adalah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun pada kenyataannya, tugas antara suami-istri terlepas dari kodratnya karena tuntutan ekonomi.

Diakui atau tidak, kebanyakan kaum perempuan yang bekerja dikarenakan desakan ekonomi. Biaya hidup yang makin hari mahal, biaya anak sekolah, dan lain-lain. Yang rasanya, kalau hanya mengandalkan suami maka kebutuhan hidup tidak tercukupi.

Perempuan nomor satu dari belakang.

Beberapa kali berpindah pekerjaan dari mulai hotel, cafe, fast food, dan sempat berwiraswasta, membuatku bisa menarik sebuah kesimpulan. Ibu rumah tangga yang bekerja adalah perempuan nomor satu dari belakang.

Lho, kok gitu? Iya. Karena yang nomor satu adalah anak-anaknya, kemudian disusul oleh suami.

Dalam banyak hal, ibu selalu mengutamakan anaknya. Misalkan, ketika aku bekerja di sebuah resto&cafe yang kebetulan juga memiliki toko roti. Setiap beberapa hari sekali pasti ada retur roti (basah maupun kering).

Roti-roti yang tidak terjual itu dibagikan kepada karyawan dan dibagi rata. Karena kebanyakan yang bekerja adalah kaum ibu, mereka menyimpan roti-roti itu untuk diberikan kepada anak dan suaminya.

Di satu sisi mungkin orang yang melihat hal itu adalah biasa saja. Sering terjadi. Namanya juga seorang ibu. Bukan! Bukan itu intinya. Tapi jika dilihat dari sisi lain, berapa suamikah yang melakukan hal sama untuk anak dan istrinya?

Aku stress. Lelah. Ingin me time tapi gak bisa ninggalin anak. Banyak pekerjan rumah.

Me time bagi ibu rumah yang sekaligus bekerja adalah hal yang sangat penting. Bukan untuk mengikuti trend atau sekadar untuk gaya-gayaan agar bisa posting foto di Instagram dengan tagar me time. Sama sekali bukan itu. Tapi lebih mengarah kepada kesehatan fisik dan mentalnya.

Banyak teman teman di sekitarku yang jangankan me time. Terkadang, ingin pegang hp untuk balas chat saja lupa karena terlalu banyak yang harus dikerjakan sekaligus dipikirkan.

Tidak adakah solusi untuk masalah perempuan yang semacam ini? Atau, sebenarnya perempuan tak harus sampai segitunya dalam menjadi istri asal ada beberapa unsur yang harus terpenuhi oleh suami.

Misalnya; Suami ikut membantu mengerjakan tugas rumah rumah tangga dan menjaga anak agar istri bisa sedikit beristirahat dan memanfanfaatkan waktu untuk diri sendiri. Kalau suami butuh yang namanya nongkrong, bersantai sambil minum kopi dan membaca koran, bertemu teman, istri pun membutuhkan hal yang sama. (*)




Post a comment

0 Comments