Self Respect.

Self respect
Image : Visme


Self respect. Menghormati diri sendiri. Kata-kata ini mungkin tidak asing ditelinga kita. Tapi, apakah dari kita sudah menerapkannya dalam keseharian? Atau, minimal menyadari bahwa kita pun perlu dihargai oleh diri sendiri dan tidak melulu mengharapkan dihormati oleh orang lain.

Baca juga : Me Time Bagi Ibu Rumah Tangga Sekaligus Ibu pekerja, Mungkinkah?

Tanpa sadar kita tidak menghargai diri sendiri.

Aku adalah anak satu-satunya yang dimiliki orangtuaku setelah kakak laki-lakiku meninggal. Usia kami terpaut kurang lebih sepuluh tahun dan dia meninggal ketika usia masih remaja karena sakit.

Sebenarnya, bisa saja nyawa kakak laki-lakiku diselamatkan. Tapi karena orangtua tak memiliki biaya untuk membawa ke dokter, saat itu ibu hanya memanggil dukun kampung yang dipercaya bisa menyembuhkan.

Singkat cerita, karena Alm. Hermanto (nama kakak) meninggal, ibu menderita keterbelakangan mental karena shock dan tidak bisa menerima kematian anak laki-lakinya.

Sejak saat itulah bapak juga mulai menjadi pemarah. Kemungkinan, antara malu dan juga tertekan memiliki istri stress.

Pertengkaran, kekerasan rumah tangga, dan juga kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan oleh keluarga bapak dimulai. Ibu yang hanya wanita biasa, muda, shock kehilangan anak, menjadi bulan-bulanan keluarga dan juga orang-orang sekitar.

Dikarenakan memiliki latar belakang keluarga inilah ketika aku remaja hingga dewasa, aku terjebak dalam pemikiran pokoknya aku harus baik-baikin semua orang agar mereka mau berteman denganku.

Setelah aku melakukan berbagai cara yang menurutku (saat itu) benar, apakah aku mendapatkan teman ataupun sahabat seperti yang aku harapkan? Tidak! Kebanyakan adalah ketika aku melakukan apa yang orang lain inginkan, mereka akan menganggapku teman. Tapi jika tidak, you're not my friend anymore.

Waktu dan pengalaman akan mendewasakan.

Bekerja di banyak tempat dan kota yang berbeda, orang-orang pun datang dan pergi dalam kehidupanku. Dari semua pengalaman yang aku peroleh, aku berpikir bahwa tak perlu susah payah agar kita diterima orang lain.

Tidak perlu memaksakan diri agar mereka mengakui kita. Cukup lakukan apa yang kita inginkan,terus belajar, tingkatkan potensi dalam diri, dengan sendiri waktu akan membawa ke arah dimana orang-orang akan menerima kita dengan baik.

You know, why? Karena sekeras apapun kita berusaha agar diterima, diakui, hanya akan ada beberapa orang yang benar-benar tulus. Dan mereka yang tulus tidak butuh apa-apa dari kita.

Jika saat ini kamu rela disakiti oleh pasanganmu, tidak diperjuangkan, diabaikan, lupakanlah. Kalau perlu tinggalkan.

Jika saat ini kamu melakukan semua hal konyol dan seakan kamu bukan dirimu sendiri agar diterima orang-orang di sekitarmu, hentikan. Pergilah mencari hal-hal baru untuk menemukan dirimu sendiri. Pahami apa yang kamu inginkan. Bahagiakan dirimu sendiri. I called it self respect. (*)

Post a comment

0 Comments