Sayuran Organik

Manfaat sayur organik
Image : Visme

Belakangan ini aku senang sekali menonton channel youtube yang bertemakan kembali ke alam kembali ke sayuran organik.

Beberapa channel yang aku ikuti memiliki satu kesamaan yaitu mengajak kita (wanita khususnya) agar memulai menanam sendiri kebutuhan pangan (sayur-sayuran) yang kita konsumsi sehari-hari.

Selain untuk menghemat pengeluaran, dengan menanam sendiri sayuran yang akan dimakan, juga bertujuan agar kita lebih peduli terhadap lingkungan yang dimulai dari diri sendiri kemudian disebarkan ke orang sekitar.

Keunggulan sayuran organik dibanding sayuran non organik. 

Tahun-tahun belakangan ini apapun yang berbau organik sedang digandrungi oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia. Dan harga yang ditawarkan? Jangan ditanyakan lagi. Pasti mahal dibandingkan dengan sayur  anorganik.

Apakah sayur organik memiliki keunggulan dibanding anorganik? Jawabannya adalah iya (dengan catatan).

Dari mulai media tanam, pupuk, pembibitan, penanggulangan hama, semua dilakukan secara alami. Tidak menggunakan bahan kimia sama sekali sehingga membuat sayuran organik lebih sehat dikonsumsi oleh tubuh.

Apakah benar sayuran organik lebih sehat?

Sebenarnya ada yang perlu digaris bawahi ketika mengklaim bahwa sayuran organik lebih sehat daripada sayuran biasa.

Hal pertama yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana cara pembersihannya? Dalam proses memasak, bahan yang bagus dan terlihat bersih sekalipun belum tentu bebas dari bakteri. Oleh karena itu sangat penting sekali memperhatikan cara mencucinya apalagi itu adalah sayuran organik.

Lalu, bagaimana cara mencuci sayuran yang benar? Selalu gunakan air mengalir. Cucilah sayuran dalam keadaan utuh (kecuali bunga kol, brokoli, yang perlu penanganan khusus). Bersihkan bayam, kangkung, kacang panjang, satu persatu agar lebih maksimal bersihnya. Kenapa harus seperti itu? Karena jika kita memotong sayuran lalu baru dicuci, maka vitamin yang ada didalamnya akan larut oleh air.

Kemudian yang kedua adalah cara pengolahan. Mau itu sayuran organik atau tidak, jika pengolahannya salah maka gizi atau vitamin yang kita peroleh tidak akan maksimal. Contoh; merebus atau menumis sayuran terlalu matang.

Jika kita penyuka chinese food pasti akan tahu bahwa masakan cina sayurannya masih renyah ketika disajikan. Entah itu buncis, kangkug, kol, brokoli, semuanya kalau dimakan masih terasa teksturnya dan rasanya pun tak banyak berubah.

Manfaat menaman sendiri sayur organik bagi alam sekitar.

Seperti yang kita ketahui alam saat ini sudah mengalami banyak kerusakan. Tak hanya hutan yang digunduli dan dijadikan lahan pertanian atau pembangunan. Tapi juga tanah pertanian yang teracuni oleh pupuk-pupuk kimia dan pestisida.

Efek yang ditimbulkan pertanian anorganik ini sangat besar sekali dan berjangka panjang yang pasti akan berefek pada anak cucu kita nanti.

Selain petani yang akan ketergantungan terhadap pupuk kimia, nutrisi pada pupuk anorganik bisa mencemari lingkungan alam dan mengganggu lingkungan seperti; tercemarnya air tanah, bisa meracuni tanah sehingga tanaman akan teracuni, hilangnya unsur mikro pada tanah sehingga bisa mempengaruhi turunnya kandungan mineral pada buah dan sayuran, serta berkontribusi pada perubahan iklim yang kita sendiri merasakannya saat ini.

Dari hal diatas sebenarnya ada satu hal lagi yang tak kalah penting. Jika sayuran, cabai, kita bisa menanamnya sendiri, tentu tak akan ada jeritan saat harga cabai dan sayur meroket. Dompet aman, kebutuhan keluargapun tidak terabaikan. (*)





Post a comment

0 Comments