Kenapa Kaum Perempuan Sangat Suka Membully Perempuan Lain?

Korban bulky
Image: Visme

Minggu, 24 November 2019 kita berduka lagi. Setelah beberapa waktu lalu kita bersedih atas kematian Sully, kali ini giliran Goo Hara (x member Kara) yang berpulang. Di sini, aku tidak akan bicara bagaimana dunia hiburan Korea yang gemerlap dan memiliki sisi gelap. Tapi, yang ingin aku bicarakan adalah kenapa kaum perempuan suka membully perempuan lain?

Tidak ada manusia yang sempurna.

Sebagai manusia biasa kita tidak serta merta bebas begitu saja dari perasaan benci, marah, kecewa, bahagia dan juga sedih. Setiap manusia memilikinya dan itu adalah hal yang manusiawi. Tapi masalahnya adalah banyak sekali diantara kita, kaum perempuan yang memperturutkan (out of control) rasa benci, kesal, sehingga orang lain terkena imbasnya. Tidak bisakah rasa benci dan ketidaksukaan itu berhenti hanya di kita saja?

Jika kita tidak sempurna, begitu juga orang lain termasuk artis, penulis, public figure baik itu di luar maupun dalam negeri. Adalah hal yang lucu kita ini bukan manusia sempurna kok berani-beraninya menuntun kesempurnaan mereka? Memangnya kita siapa?

Di luar negeri (belakangan ini yang menjadi sorotan adalah Korea) banyak sekali artis yang memilih mengakhiri hidupnya karena depresi yang didapatnya dari media sosial. Kematian mereka adalah karena kita, kaum perempuan, netizen, yang kayaknya mudah sekali menghujat, nyinyir, menebar kebencian, seolah-olah kita merasa diri kita paling sempurna, paling baik, paling cantik dan paling paling yang lainnya.

Di dalam negeri pun perempuannya gak mau kalah ( contoh kecil yang saat ini sedang digoreng: Kekeyi). Kita ringan tangan dalam menulis di kolom-kolom komentar para artis, selebgram, youtuber yang kita tidak sukai. Kita menebar benci, menebar sakit hati hingga orang yang kita bully depresi. Sebenarnya, kita melakukan ini dengan sadar atau kerasukan, sih?

Hey! Mereka musia biasa! Sama seperti kita. Jika kita benci, bencilah sendiri! Jangan ajak orang lain membencinya. Jangan utarakan kebencian kita hingga berlarut-larut hingga membuat orang lain sakit hati, stress, hingga depresi. Tidak takutkah kita ini dengan dosa? Tidak ingatkah bahwa kematian menunggu kita dan amal perbuatan akan dihisab nantinya?

Mari kita kaum perempuan berusaha menjaga jemari kita. Kasihan orang yang kita bully. Mereka juga ingin dihargai dan disayangi sama seperti kita. Jangan sampai kita harus menunggu mereka bunuh diri dulu agar kita berhenti dan sadar bahwa apa yang kita lakukan selama ini salah. (*)




Post a comment

0 Comments