Keuntungan Menulis di Dreame.


Keuntungan Menulis di dreame
-Keuntungan Menulis di Dreame- Banyak banget yang nyangkut di pertanyaan tentang aplikasi menulis Dreame. Apakah untung? Atau rugi?

 Well, sebagai salah satu penulis di sana aku tidak bisa memberikan kepastian kepada kalian apakah menulis di Dreame termasuk untuk atau rugi. But, aku bakalan memberikan dua buah cerita mengenai pengalaman teman sebagai bahan pertimbangan agar kalian yang ingin menulis di Dreame, bisa mempertimbangkan dengan baik dan dengan pikiran yang jernih. 

Menulis di Dreame bisa jadi menguntungkan:

Cerita yang pertama adalah menjadi penulis Dreame akan menguntungkan jika bernasib seperti salah satu temanku yang tergolong sukses menulis di sana. 

Hampir setahun temanku ini menjadi penulis Dreame dan sudah mendapatkan puluhan juta rupiah dari novel-novelnya. Banyaknya like serta komen, membuat temenku ini merasa nyaman-nyaman saja menulis di Dreame meskipun royalti yang diberikan tergolong kecil. Tapi, nyatanya royalti yang minim itu tak menjadi soal. Toh, dia bisa menghasilkan puluhan juta rupiah. Ya, kan?

Menulis di Dreame, bisa jadi hal yang merugikan:

Setelah membahas hal yang menguntungkan, kali ini aku akan menceritakan kenapa bisa merugikan menulis di Dreame (untuk kontrak ekslusif). 

Beberapa temanku, menulis di Dreame dengan kontrak ekslusif (kontrak novel seumur hidup) dengan sistem advance. Yaitu, cerita mereka yang tamat di Wattpad dengan views sekian ratus ribu, dijual ke Dreame dengan harga sekian ratus USD (di bawah 200 USD). 


Nah, novel mereka ini termasuk yang tidak laku di pasaran. Jadi, sampai detik ini novel mereka tidak dikunci dan sama sekali tidak menghasilkan uang selain pembayaran advance, uang muka kontrak sebesar 50 USD dan book completion. Padahal, novel mereka hampir setahun di Dreame tapi sama sekali belum memenuhi persyaratan untuk dikunci yaitu 500 subscribers/love. 

Jika dihitung-hitung, novel beberapa temanku ini dalam setahun tidak sampai lima juta. Padahal, kontraknya seumur hidup. Dalam artian, novel itu tidak bisa terbit di manapun selain di Dreame.

Dari cerita di atas, aku bisa menarik satu kesimpulan. Bahwa, menulis itu sama halnya dengan pekerjaan. Yang artinya, kerja itu kan rejeki. Dan rejeki sudah ditentukan oleh Tuhan. Jika Tuhan sudah menghendaki kita memiliki penghasilan banyak dari sebuah novel, ya itulah rejeki kita. Begitu pun jika sebaliknya. Namun, alangkah baiknya sebagai manusia biasa jika kita tetap berusaha dan jangan takut untuk mencoba. 





0 Comments